Kramat Jati dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan sayur dan daging terbesar di Jakarta Timur, yang selalu menjadi tumpuan warga saat menyiapkan hidangan lebaran. Namun, tradisi masakan hari raya sering kali identik dengan santan kental, minyak berlebih, dan asupan daging merah yang tinggi kalori. Kampanye Kramat Jati Sehat hadir untuk memberikan panduan bagi ibu rumah tangga mengenai cara mengolah hidangan khas lebaran namun tetap rendah kolesterol. Tujuannya adalah agar kegembiraan hari raya tidak berakhir dengan kunjungan ke dokter akibat lonjakan kadar lemak dalam darah yang dapat memicu masalah jantung atau hipertensi di kemudian hari.
Dalam panduan Kramat Jati Sehat, salah satu teknik utama yang disarankan adalah mengganti atau mengurangi penggunaan santan dalam opor atau rendang. Penggunaan krimer nabati rendah lemak atau susu cair rendah lemak dapat menjadi alternatif yang tetap memberikan tekstur creamy tanpa risiko lemak jenuh yang tinggi. Selain itu, saat berbelanja daging di pasar Kramat Jati, pilihlah potongan daging tanpa lemak (lean cut) dan pastikan untuk merebusnya terlebih dahulu guna membuang sisa lemak yang mengapung sebelum dimasak dengan bumbu utama. Langkah kecil ini secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol dalam piring saji keluarga saat momen lebaran berlangsung.
Metode memasak juga menjadi fokus dalam gerakan Kramat Jati Sehat. Dibandingkan menggoreng kerupuk atau emping dalam minyak banyak (deep frying), masyarakat diajarkan untuk mulai menggunakan teknik panggang atau menggunakan air fryer untuk hasil yang lebih kering namun sehat. Sayuran pendamping seperti tumis buncis, lalapan segar, atau asinan buah yang banyak dijual di sekitar Kramat Jati harus mendapatkan porsi yang seimbang di atas meja makan. Serat dari sayuran berfungsi untuk mengikat lemak jahat dalam sistem pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah secara berlebihan. Dengan kreativitas dalam mengolah bumbu rempah alami, rasa masakan akan tetap lezat tanpa harus bergantung pada penyedap rasa berlebih atau lemak jenuh. Pola hidup sehat yang dimulai dari dapur rumah tangga di Kramat Jati akan menciptakan masyarakat yang lebih bugar dan jauh dari risiko penyakit degeneratif pasca-lebaran.
