Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) adalah penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai organ tubuh. Salah satu komplikasi paling serius dan umum adalah Lupus nefritis, yaitu peradangan pada ginjal akibat serangan sistem kekebalan tubuh. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal progresif hingga gagal ginjal. Oleh karena itu, pengobatan komplikasi organ ini memerlukan pendekatan yang sangat spesifik dan intensif.
Penanganan Lupus nefritis berfokus pada dua tujuan utama: menekan aktivitas penyakit autoimun untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada ginjal, dan mengelola dampak kerusakan yang sudah terjadi. Untuk menekan aktivitas penyakit, umumnya dokter akan meresepkan kombinasi obat-obatan imunosupresan seperti kortikosteroid (misalnya Prednisone atau Methylprednisolone) untuk mengurangi peradangan, dan obat-obatan imunosupresif lain seperti Mycophenolate Mofetil atau Cyclophosphamide untuk menekan respons kekebalan tubuh yang berlebihan. Dosis dan jenis obat disesuaikan dengan tingkat keparahan peradangan dan respons pasien.
Selain menekan penyakit, pengelolaan dampak pada ginjal juga sangat penting. Pasien dengan Lupus nefritis seringkali mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) sebagai akibat dari kerusakan ginjal. Oleh karena itu, penanganan melibatkan obat tekanan darah seperti ACE inhibitor (misalnya Lisinopril) atau ARB (misalnya Valsartan). Obat-obatan ini tidak hanya membantu mengontrol tekanan darah, tetapi juga dapat melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut dengan mengurangi kebocoran protein dalam urine.
Kemudian, pada kasus di mana terjadi retensi cairan dan pembengkakan (edema), diuretik (misalnya Furosemide) dapat diberikan untuk membantu tubuh membuang kelebihan cairan melalui urine. Pengaturan diet juga sangat penting, termasuk membatasi asupan garam dan protein untuk mengurangi beban kerja ginjal.
Pada stadium akhir ketika fungsi ginjal sudah sangat terganggu dan tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, pasien dapat membutuhkan dialisis. Dialisis adalah prosedur untuk membersihkan darah dari limbah dan cairan berlebih ketika ginjal tidak lagi mampu melakukannya. Ini bisa berupa hemodialisis (menggunakan mesin di luar tubuh) atau dialisis peritoneal (menggunakan lapisan perut sebagai filter).
Dalam kasus yang paling parah dan tidak responsif terhadap terapi lain, atau jika ginjal telah mengalami gagal permanen, transplantasi ginjal mungkin menjadi pilihan. Prosedur ini melibatkan penggantian ginjal yang rusak dengan ginjal sehat dari donor. Namun, pasien Lupus yang menjalani transplantasi ginjal masih memerlukan obat imunosupresan untuk mencegah penolakan organ dan mengelola Lupus yang mungkin kambuh.
