Pemberian Pangan gizi seimbang bagi anak balita dikelola secara terpadu melalui fasilitas dapur komunitas di Kampung Tengah. Para kader posyandu memasak hidangan bergizi tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak-anak balita di pemukiman padat. Langkah proaktif ini diambil sebagai upaya nyata mempercepat penurunan angka stunting dan memicu kenaikan berat badan anak. Ibu-ibu balita mendatangi posko setiap pagi untuk mengambil porsi makanan sehat segar siap santap.
Ahli gizi dari puskesmas setempat memantau langsung komposisi bahan makanan, mulai dari protein hewani, sayuran, hingga buah-buahan segar. Pemberian Pangan olahan sehat ini diberikan secara rutin setiap hari selama sembilan puluh hari kepada balita sasaran. Petugas menimbang berat badan dan mengukur tinggi anak secara berkala guna mencatat kemajuan pertumbuhan secara terukur. Program asupan gizi tambahan ini terbukti efektif memulihkan kondisi fisik anak-anak yang kurang bergizi.
Ibu-ibu balita juga mendapatkan pembekalan ilmu memasak menu sehat hemat biaya yang dapat dipraktikkan sendiri di rumah masing-masing. Pemberian Pangan berkalori tinggi ini diselingi dengan edukasi mengenai pentingnya pemberian air susu ibu eksklusif dan pola asuh bersih. Kehadiran dapur gizi komunitas mendorong semangat gotong royong antarwarga dalam saling menjaga kesehatan anak-anak tetangga. Lingkungan pemukiman menjadi lebih peduli pada isu tumbuh kembang generasi muda.
Tokoh masyarakat Kramat Jati menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian para kader gizi yang bekerja keras menyiapkan makanan saban hari. Dukungan dari berbagai pihak swasta dan pemerintah daerah memastikan ketersediaan bahan baku makanan bergizi tetap terjamin dengan baik. Anak-anak balita terlihat makin ceria dan aktif setelah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang setiap harinya. Keberhasilan program ini menjadi inspirasi bagi wilayah kelurahan lain.
Fasilitas dapur gizi bersama ini akan terus beroperasi hingga seluruh balita di wilayah Kampung Tengah mencapai standar tumbuh kembang ideal. Evaluasi kesehatan balita dilakukan secara rinci bersama tim medis puskesmas untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Sinergi antara kader, orang tua, dan tenaga kesehatan terbukti menjadi perisai ampuh melawan masalah stunting. Masa depan anak-anak kini lebih terjamin berkat asupan gizi yang terpenuhi.
