Konferensi Tingkat Tinggi PBB tentang Perubahan Iklim (COP28) di Dubai mencatatkan terobosan penting. Untuk pertama kalinya dalam sejarah COP, ada Hari Kesehatan yang didedikasikan khusus untuk membahas dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia. Inisiatif monumental ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk Dirjen WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Dirjen WHO, Dr. Tedros, menyambut baik langkah ini, menyebutnya sebagai “terobosan yang sudah lama dinantikan.” Selama 27 edisi COP sebelumnya, isu kesehatan seringkali hanya menjadi catatan kaki. Padahal, krisis iklim memiliki dampak langsung dan serius terhadap kesehatan global, mulai dari penyakit menular hingga masalah pernapasan akibat polusi.
Hari Kesehatan di COP28 menjadi wadah bagi para pemimpin dunia, ahli kesehatan, dan pembuat kebijakan untuk berdiskusi. Mereka membahas bukti ilmiah tentang hubungan antara perubahan iklim dan kesehatan, serta mencari solusi konkret. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan agenda kesehatan ke dalam strategi mitigasi dan adaptasi iklim global.
Salah satu capaian penting pada hari itu adalah peluncuran Deklarasi COP28 UEA tentang Iklim dan Kesehatan. Deklarasi ini ditandatangani oleh lebih dari 140 negara, termasuk Indonesia, menunjukkan komitmen global untuk menjadikan kesehatan sebagai pusat aksi iklim. Ini adalah langkah maju yang signifikan.
Terobosan COP28 ini juga diikuti dengan komitmen pendanaan sebesar $1 miliar untuk mendukung inisiatif kesehatan dan iklim. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat sistem kesehatan yang tangguh terhadap iklim, serta mengembangkan solusi inovatif untuk melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim.
Dirjen WHO secara konsisten menekankan bahwa kesehatan adalah alasan paling kuat untuk bertindak dalam melawan perubahan iklim. Ancaman terhadap kesehatan akibat krisis iklim sangat nyata dan langsung terasa oleh masyarakat di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang.
Peringatan Hari Kesehatan di COP28 diharapkan menjadi preseden. Isu kesehatan harus menjadi agenda tetap di setiap konferensi iklim berikutnya. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk membangun dunia yang lebih sehat dan tangguh di tengah tantangan perubahan iklim global.
Dengan terobosan COP28 dan apresiasi dari Dirjen WHO, momentum ini harus terus dijaga. Mari jadikan kesehatan sebagai prioritas dalam setiap kebijakan iklim, demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh umat manusia dan planet Bumi ini.
